Menilik Sejarah Kecantikan Candi Ratu Boko




Pada abad ke 17, ada seorang warga eropa yang sempat berkunjung ke Jawa, tepatnya di wilayah Bokoharjo. Hanya saja, orang tersebut tidak menemukan situs yang dimaksud. Orang eropa yang masih penasaran dengan situs ini pun bercerita dengan H.J. De Graff orang Belanda yang kemudian dilakukanlah sebuah penelitian oleh FDX Bosch yang pada akhirnya ditemukanlah reruntuhan ini.
Menurut Prasati Abhayagiri wihara yang mempunyai angka 792 M Situs Ratu Baka merupakan tempat Rakai Panangkaran yang mengundurkan diri dari Raja Mataram karena, membutuhkan sebuah ketenangan. Kemudian, Rakai Panangkaran membangun sebuah wihara yang disebut Abhayagiri Wihara.

Image result for candi ratu boko 
Ilustrasi gambar
Ada pula sebuah cerita yang berkembang bahwa Ratu Boko ini diambil dari sebuah nama yang juga mengacu pada Ayah dari legenda Roro Jonggrang. Cerita ini sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat sekitar. Keraton Ratu Boko sudah digunakan pada masa dinasti Syailendra.
Situs Ratu Boko merupakan peninggalan Agama Budha. Karena, Rakai Panangkaran diketahui beragama budha. Hal ini diketahui dengan adanya Arca Dyani Budha Tetapi, Situs ini pun bisa juga disebut dengan situs peninggalan agama Hindu dengan ditemukannya Arca Durga, Yoni, dan Ganesha
Komplek Ratu Boko bagian dalam terdapat Candi pembakaran dan sumur suci. Candi pembakaran ini terletak di bagian depan yang dibuat dari batu andesit. Bisa disebut dengan Candi Pembakaran karena, ditemukannya abu bekas dari sebuah pembakaran. Kedalaman sumur suci ini bisa mencapai 2 meter pada saat musim kemarau. Dalam sejarah Keraton Boko, sumur suci ini digunakan untuk upacara keagamaan yang dilangsungkan di Candi Pembakaran.



Sumber : https://www.nativeindonesia.com/candi-ratu-boko/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suhu ekstrem sebabkan fenomena "frost" atau embun beku di bromo dan semeru